Sehat dengan Donor Darah
Bismillahirrahmanirrahiim
Firman Allah swt dalam surah al-Maidah (5) ayat 32;
1. Melindungi jantung
Orang-orang yang aktif mendonorkan darahnya memiliki jantung yang jauh lebih sehat. Sebuah peneltian mengungkap bahwa pendonor darah aktif cenderung memiliki resiko rendah mengalami penyakit jantung. Pendonor darah memiliki resiko 88% lebih rendah terkena serangan atau penyakit jantung. Tak hanya itu, mereka pun mengurangi resiko hingga 33% menderita penyakit kardiovaskular lainnya. Hal ini disebabkan karena seseorang yang mengalami kolesterol tinggi, dalam darahnya mengandung plak-plak yang jika tidak dibuang akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah hingga gangguan pada jantung.
Firman Allah swt dalam surah al-Maidah (5) ayat 32;
… dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
Donor darah adalah salah satu kegiatan kemanusiaan yang sangat mulia, yaitu suatu kegiatan pemberian atau sumbangan darah yang
dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan sukarela kepada siapa saja
yang membutuhkan transfusi darah.
Sedangkan transfusi darah adalah kegiatan yang memanfaatkan
darah manusia dengan cara memindahkannya dari tubuh orang yang sehat
kepada tubuh orang yang membutuhkannya, untuk mempertahankan
hidupnya/menyelamatkan jiwanya.
Dulu saya paling takut melakukan donor darah, tapi bermula dari suatu waktu sekitar beberapa tahun lalu, ada tetangga saya yang dirawat di rumah sakit memerlukan darah tetapi persediaan darah di PMI saat itu lagi kosong, kebetulan jenis darah saya adalah B+. Pada saat itu saya ada rapat di Koperasi yang saya pimpin, dan demi rasa kemanusiaan untuk membantu sesama maka saya meninggalkan rapat menuju PMI Makasar untuk domor darah.
Awalnya saya merasa takut luar biasa, banyak pemikiran yang terlintas di benak saya, tapi sekali lagi demi membantu sesama karena kebetulan kami sekeluarga rata-rata berjenis darah B. Dengan keberanian yang tinggi saya melangkah masuk ruang donor dan Alhamdulillah bisa mendapatkan 450cc.
Sejak saat itu saya selalu membiasakan melakukan aktifitas donor darah, bahkan sewaktu sayamelanjutkan kuliah di Universiti Utara Malaysia kegiatan itu berlanjut sampai beberapa kali. Di Malaysia, kegiatan donor darah difasilitasi oleh lembaga Bulan Sabit berbeda di Indonesia difasilitasi oleh PMI, tapi tidak masalah intinya adalah berbagi walaupun itu dengan setetes darah.
Dan kemarin pagi sayup-sayup terdengar panggilan donor darah melalui speaker sebuah di masjid di kawasan saya berdomisili. Saya langsung sumringah dan tanpa pikir panjang saya bergegas mencari masjid yang telah membuat panggilan kepada warga untuk donor darah. Mulailah saya mencari masjid yang dimaksud dengan mendatangi setiap masjid yang ada di Komplek Perumahan Haji Banca, setelah berputar-putar akhirnya ketemu juga Alhamdulillah, tepatnya di Masjid Al-Mujahin Haji Banca Maccopa.
Yang membuat saya salut pelaksana dari kegiatan donor darah itu adalah anak muda yang bergabung dalam Suku Pals Penjelajah Alam Bebas yang dikenal dengan Ormas Oi Revolusi Kabupaten Maros. Bangga dan salut pada kalian, jadilah anak muda yang selalu peduli pada kemanusiaa.
Terakhir saya melakukan donor darah di Universitas Teknokrat Indonesia Lampung sekitar bulan september 2017. Cukup lama juga jaraknya dengan donor yang sekarang ini, karena terkadang ada event tetapi kadang telat atau tidak berada di tempat. Padahal donor darah sebaiknya setiap dalam 2-3 bulan sekali.
Hukum Donor Darah Dalam Islam
Apabila berbicara dengan hukum donor darah di dalam Al-Qur’an dan Hadis, maka tidak ditemukan satu nash yang menjelaskan hukum donor darah. Bahkan dalam Al-Qur'an jelas dikatakan:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[*], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah … [Q.S. al-Maidah (5): 3].
[*] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surah al-An‘am (6) ayat 145.
Akan tetapi apabila berhadapan dengan kemaslahatan manusia untuk dipergunakan dalam keadaan darurat, untuk menyelamatkan nyawa seseorang maka boleh dipergunakannya hanya sekedar kebutuhan untuk mempertahankan
kehidupan; misalnya seseorang menderita kekurangan darah karena
kecelakaan, maka hal itu dibolehkan dalam Islam untuk menerima darah
dari orang lain, yang disebut “transfusi darah”. Hal tersebut, sangat
dibutuhkan (dihajatkan) untuk menolong seseorang dalam keadaan darurat,
sebagaimana firman Allah swt dalam surah al-Baqarah (2) ayat 173, yang
artinya:
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging
babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain
Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia
tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada
dosa baginya” …
Dan firman Allah dalam surah al-An’am (6) ayat 119:
“Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang
diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya”.
Oleh karena itu apabila dilihat dari urgensinya, donor darah dalam hukum Islam
tidak lepas dari unsur kemaslahatan yang bersifat dharury, yaitu
menyelamatkan jiwa manusia dalam keadaan darurat. Sebab jika tidak
menggunakan sesuatu yang diharamkan, yaitu darah (benda najis), maka
seseorang akan meninggal. Dalam hal ini, orang sakit yang kekurangan
darah harus dibantu dengan donor darah.
Lalu apa manfaat dari donor darah itu?
Manfaat Donor Darah
Apabila berbicara tentang manfaat donor darah tentunya akan dilihat dari sisi pendonor maupun bagi si penerima donor.
Bagi Pendonor utamanya dari segi kesehatan :
Orang-orang yang aktif mendonorkan darahnya memiliki jantung yang jauh lebih sehat. Sebuah peneltian mengungkap bahwa pendonor darah aktif cenderung memiliki resiko rendah mengalami penyakit jantung. Pendonor darah memiliki resiko 88% lebih rendah terkena serangan atau penyakit jantung. Tak hanya itu, mereka pun mengurangi resiko hingga 33% menderita penyakit kardiovaskular lainnya. Hal ini disebabkan karena seseorang yang mengalami kolesterol tinggi, dalam darahnya mengandung plak-plak yang jika tidak dibuang akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah hingga gangguan pada jantung.
American Journal of Epidemiology, Volume 185, Issue 8, 15 April 2017, Pages 688–696, https://doi.org/10.1093/aje/kww166
2. Menurunkan resiko terkena kanker
Untuk seorang pria, sebaiknya melakukan donor darah setiap 3 bulan sekali, sedangkan untuk wanita, sebaiknya melakukan 4 bulan sekali. Resiko terkena kanker akan
semakin menurun seiring tingkat konsisten si pendonor darah
bersangkutan. Mereka mungkin saja terhindar dari kanker paru-paru,
lambung, tenggorokan, dan juga usus besar. Hal ini disebabkan apabila konsisten maka tingkat siklus darah dalam tubuh mengalami pula peningkatan sehingga kecil kemungkinan adanya penumpukan bibit penyakit dalam tubuh kita.
3. Membantu menurunkan level zat besi dalam darah
Iron adalah zat besi yang terdapat di dalam sirkulasi darah setiap orang. Setiap kali seseorang melakukan donor darah, kegiatan ini terbukti menurunkan level iron di dalam tubuh. Penurunan zat besi berarti mengurangi resiko terkena penyakit jantung atau kardiovaskular lainnya. Manfaat zat besi diketahui mempercepat proses oksidasi kolesterol di dalam tubuh manusia. Hal inilah yang berdampak tidak baik bagi arteri dan berdampak terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah).
3. Membantu menurunkan level zat besi dalam darah
Iron adalah zat besi yang terdapat di dalam sirkulasi darah setiap orang. Setiap kali seseorang melakukan donor darah, kegiatan ini terbukti menurunkan level iron di dalam tubuh. Penurunan zat besi berarti mengurangi resiko terkena penyakit jantung atau kardiovaskular lainnya. Manfaat zat besi diketahui mempercepat proses oksidasi kolesterol di dalam tubuh manusia. Hal inilah yang berdampak tidak baik bagi arteri dan berdampak terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah).
4. Pembaharuan sel-sel darah secara rutin
Tubuh secara berkala akan memperbaharui sel-sel darah di dalamnya. Hanya saja proses ini ternyata berbeda antara seseorang yang melakukan donor darah dan tidak. Bagi mereka yang konsisten mendonorkan darah, regenerasi sel darah merah akan terjadi 48 jam pasca donor darah. Dalam waktu tersebut, volume darah akan benar-benar terganti dengan yang baru. Setidaknya 4 hingga 8 minggu ke depan, sel darah baru telah terbentuk dan membantu fungsi setiap organ. Dengan begini, tubuh akan terlihat jauh lebih segar dan sehat serta produktif melakukan berbagai aktivitas.
5. Pemeriksaan kesehatan gratis
Seseorang yang mendonorkan darahnya terlebih
dahulu diperiksa oleh dokter untuk memastikan bahwa kondisi tubuhnya prima. Sudah bisa
dipastikan bahwa kita mendapatkan pemeriksaan gratis dari dokter atau tenaga
ahli. Sehingga kita pun tahu bagaimana tekanan darah kita, kadar
hemoglobin hingga berat badan pada saat itu.
6. Mendapat pemeriksaan analisis darah secara gratis
Ketika melakukan donor darah, maka sample darah yang dimiliki akan diperiksa di laboratorium. Hal ini untuk mengetahui apakah darah tersebut mengalami penyakit tertentu atau tidak. Cara ini bisa pula digunakan untuk mendeteksi penyakit seperti sifilis, HIV, hepatitis atau penyakit lainnya. Langkah ini untuk memastikan apakah darah tersebut memenuhi syarat menjadi pendonor darah atau tidak. Karena apabila terdapat penyakit menular maka otomatis akan menularkan penyakit tersebut menlalui transfusi darah yang dilakukan oleh penerima.
Donor darah adalah aktifitas yang membakar kalori. Contoh setiap kali melakukan donor darah (500 ml), Anda akan membakar 650 kalori di dalam tubuh. University of California mengatakan bahwa seseorang yang rutin menyumbangkan darah akan kehilangan bobot tubuh sesuai yang diinginkan. Bila berat tubuh ideal, pastinya kulit Anda pun akan terlihat kencang seketika.
2. Keadaan psikologis lebih stabil
Setiap melakukan donor pastinya akan merasakan dampak yang menyehatkan bagi pikiran. Hal ini disebabkan karena pada saat proses donor darah berlangsung pikiran kita tenang. Di samping itu, banyak pendonor yang merasakan kemampuan mereka menekan tingkat stress semakin membaik. Hal tersebut pastinya berdampak pada kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan dan masalah yang dihadapi.
3. Mencegah penuaan dini
Stress menjadi salah satu pemicu terjadinya penuaan dini pada seorang wanita. Tak ada seorang wanita pun yang ingin terlihat tua dan keriput di wajah. Donor darah secara teratur akan membantu kulit Anda beregenerasi secara sempurna. Keriput pun tidak mudah timbul karena kulit yang selalu mengencang. Tak perlu mahal-mahal melakukan perawatan kecantikan di pusat kecantikan, Anda pun bisa mendapatkannya.
Manfaat bagi Penerima Donor
Tubuh secara berkala akan memperbaharui sel-sel darah di dalamnya. Hanya saja proses ini ternyata berbeda antara seseorang yang melakukan donor darah dan tidak. Bagi mereka yang konsisten mendonorkan darah, regenerasi sel darah merah akan terjadi 48 jam pasca donor darah. Dalam waktu tersebut, volume darah akan benar-benar terganti dengan yang baru. Setidaknya 4 hingga 8 minggu ke depan, sel darah baru telah terbentuk dan membantu fungsi setiap organ. Dengan begini, tubuh akan terlihat jauh lebih segar dan sehat serta produktif melakukan berbagai aktivitas.
5. Pemeriksaan kesehatan gratis
6. Mendapat pemeriksaan analisis darah secara gratis
Ketika melakukan donor darah, maka sample darah yang dimiliki akan diperiksa di laboratorium. Hal ini untuk mengetahui apakah darah tersebut mengalami penyakit tertentu atau tidak. Cara ini bisa pula digunakan untuk mendeteksi penyakit seperti sifilis, HIV, hepatitis atau penyakit lainnya. Langkah ini untuk memastikan apakah darah tersebut memenuhi syarat menjadi pendonor darah atau tidak. Karena apabila terdapat penyakit menular maka otomatis akan menularkan penyakit tersebut menlalui transfusi darah yang dilakukan oleh penerima.
Donor darah untuk Kecantikan dan Psikologis
1. Membakar kalori secara teraturDonor darah adalah aktifitas yang membakar kalori. Contoh setiap kali melakukan donor darah (500 ml), Anda akan membakar 650 kalori di dalam tubuh. University of California mengatakan bahwa seseorang yang rutin menyumbangkan darah akan kehilangan bobot tubuh sesuai yang diinginkan. Bila berat tubuh ideal, pastinya kulit Anda pun akan terlihat kencang seketika.
2. Keadaan psikologis lebih stabil
Setiap melakukan donor pastinya akan merasakan dampak yang menyehatkan bagi pikiran. Hal ini disebabkan karena pada saat proses donor darah berlangsung pikiran kita tenang. Di samping itu, banyak pendonor yang merasakan kemampuan mereka menekan tingkat stress semakin membaik. Hal tersebut pastinya berdampak pada kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan dan masalah yang dihadapi.
3. Mencegah penuaan dini
Stress menjadi salah satu pemicu terjadinya penuaan dini pada seorang wanita. Tak ada seorang wanita pun yang ingin terlihat tua dan keriput di wajah. Donor darah secara teratur akan membantu kulit Anda beregenerasi secara sempurna. Keriput pun tidak mudah timbul karena kulit yang selalu mengencang. Tak perlu mahal-mahal melakukan perawatan kecantikan di pusat kecantikan, Anda pun bisa mendapatkannya.
Manfaat bagi Penerima Donor
Bagi penerima tentu saja dia bisa
tertolong nyawanya akibat kondisi tertentu yang memaksanya mendapat
transfusi darah. Transfusi darah semacam ini bisa dilakukan pada
beberapa kasus, seperti.
#Donor_Darah
#Suku_Pals
#Penjelajah_Alam_Bebas
#Ormas_Oi_Revolusi_Maros
- Pasien penderita demam berdarah
- Korban kecelakaan yang mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak
- Penderita talasemia mayor
- Pasien penderita penyakit tertentu yang harus menjalani operasi besar
- Pendarahan besar yang terjadi pada saat melahirkan oleh sebagian besar wanita Indonesia
#Donor_Darah
#Suku_Pals
#Penjelajah_Alam_Bebas
#Ormas_Oi_Revolusi_Maros



Kereenn tulisannya. Btw sy blom.pernah donor darah. Takut euy..
BalasHapusTq say
HapusHehehe enak loh say donor darah itu