Tahun Baru Hijriyah Hijrahnya Indonesia




Tahun baru hijriyah kembali lagi diperingati tahun ini. Kebiasaan masyarakat Indonesia di sebagian tempat adalah membuat perayaan untuk memperingatinya. Antara satu tempat dengan tempat yang lain berbeda tergantung dari kebiasaan masyarakat setempat. 

Dasar pelaksanaan tahun baru hijriyah sebagaimana dijelaskan berikut ini:

1. Sejarah Tahun Baru Hijriyah
Sebagian besar ummat Islam memahami bahwa tahun baru hijriyah ditetapkan berdasarkan pada hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Medinah. Ada pula yang berdasarkan keagungan bulan Muharram. 

Dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai penetapan tahun baru hijriyah tersebut. Dalam Tarikh At-Thabrani 1:571; Sirah Ibnu Hisyam, juz III, hal. 22; Tafsir al-Qurthubi, juz XVIII, hal. 98 At-Thabrani dan Ibnu Ishaq menyatakan bahwa “Sebelum sampai Madinah Rasulullah SAW singgah di Quba pada hari senin 12 Rabi’ul Awwal tahun 13 kenabian yang bertepatan 24 September 622 M. Di tempat ini, Rasulullah berada selama empat hari sampai 27 September 622 M, dan membangun masjid pertama yang disebut dengan mesjid Quba. Pada hari jum’at 16 Rabi’ul Awwal Rasulullah berangkat menuju Madinah. 

Pendapat lain menyakini bahwa penetapan tahun baru hijriyah berdasarkan Sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islam. Bermula pada kejadian di masa Khalifah Umar bin Al-Khattab RA. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan menetapkan ijma’ untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah Nabi SAW. sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Adapun sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudah dikenal oleh bangsa arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Dzulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.

Sehingga yang dijadikan titik acuan hanyalah tahun dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi SAW. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. Sebab menurut riwayat, beliau dan Abu Bakar RA. hijrah ke Madinah pada bulan Sya’ban, atau bulan Rabiul Awwal menurut pendapat yang lain, tapi yang pasti bukan di bulan Muharram. Namun bulan pertama dalam kalender Islam tetap bulan Muharram.

Yang menjadi catatan penting penetapan tahun baru hijriyah adalah peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam. Peristiwa hijrah menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum international. 

Sejak saat itu umat Islam memiliki sistem undang-undang formal, pemerintahan resmi dan jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Islam tegak dan legitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Sejak itulah hukum qishash dan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina, menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Saat itulah umat Islam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan dunia international.

2. Hikmah Tahun Baru Hijriyah
Penetapan tahun baru hijriyah membawa pengaruh besar bagi ummat islam di seluruh dunia. Dan membawa hikmah yang luar biasa bagi perjuangan Islam kala itu. Beberapa hikmah penting dari hijrahnya Rasulullah SAW bersama sahabat dari Mekah ke Madinah adalah:
a. Merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat besar bagi setiap muslim, karena hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah menuju suasana yang prospektif di Madinah.
b. Mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal buruk kepada yang baik, dan hijrah dari hal-hal yang baik ke hal yang lebih baik. Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah, meski harus meninggalkan tanah kelahiran, sanak saudara dan harta benda mereka.
c. Mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW  pada saat beliau mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya.

Di era sekarang ini, hikmah tahun baru hijriyah tentunya berbeda dengan zaman Rasulullah SAW hijrah, akan tetapi semangat tahun baru hijriyah tetap menjadi semangat untuk berubah. Hijrah tidak selalu identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan kaum Muslimin, tetapi pemaknaan hijrah lebih kepada nilai-nilai dan semangat berhijrah itu sendiri, karena hijrah dalam arti seperti itu tidak akan pernah berhenti.

Dalam sebuah riwayat, seseorang mendatangi Rasulullah dan berkata: “Wahai Rasulullah saya baru saja mengunjungi kaum yang berpendapat bahwa hijrah telah berakhir” Rasulullah bersabda: Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga terhentinya taubat, dan taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari terbit dari sebelah barat”.

3. Indonesia dan Tahun Baru Hijriyah
Di Indonesia, tahun baru hijriyah masuk agenda libur nasional seperti halnya libur tahun baru masehi pada 1  Januari. Tahun 2018 ini, 1 Muharam bertepatan dengan tanggal 11 September 2018. Setiap tahun terdapat perbedaan kalender hijriyah dan masehi, kelender masehi konstan setiap tahun sementara kalender hijriyah berubah setiap tahun sekitar 10-15 hari lebih cepat.

Saat ini, Indonesia mengalami keterpurukan rupiah yang menyebabkan kegelisahan di hampir semua tingkat. Dengan nilai rupiah mencapai 15.000 tentu ini adalah rekor tertinggi dalam kurung waktu yang lama sejak Indonesia merdeka.

Melalui semangat tahun baru hijriyah, apakah Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan utamanya nilai rupiah terhadap dollar. Tentunya akan terjawab apabila seluruh rakyat Indonesia utamnya yang beragama Islam memaknai semangat hijrah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 

Tahun depan 2019 adalah tahun yang sangat menentukan bagi kehidupan rakyat Indonesia. Tahun di mana dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, wakil rakyat mulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Semangat tahun baru hijriyah sangat berpengaruh terhadap setiap warga negara yang memiliki wajib pilih untuk menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Diharapkan perayaan tahun baru hijriyah bukan hanya sekedar rutinitas akan tetapi lebih penting dari itu adalah semangat perubahan Indonesia yang lebih baik. Di mana rakyat bebas mengeluarkan pendapat, rakyat tidak dibebani dengan kenaikan BBM setiap saat, harga kebutuhan pokok sesuai dengan standar hidup masyarakat menengah ke bawah, lapangan pekerjaan terbuka untuk semua warga yang membutuhkan pekerjaan, dan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan amanat UUD 1945.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehat dengan Donor Darah